Semua orang di kolong jagad ini diberikan jatah waktu yang sama sampai 24 jam dalam sehari. Seorang pengemis atau pengangguran sampai presiden yang supersibuk mempunyai waktu yang sama. Namun, kita nyatanya sering kali mendengar orang atau bahkan diri sendiri berkata,`Saya kurang waktu nih!` bila tak mampu memenuhi tenggat waktu sebuah pekerjaan.
Meski efisiensi waktu diyakini menjadi kunci sukses dalam karier, bahkan kehidupan, banyak orang yang tak pandai mengisi waktunya - terutama untuk hal yang positif. Tak perlu jauh melihat contohnya. Bukankah banyak orang yang membuang waktu untuk melamun sambil merokok di warung? Atau, maaf, ibu-ibu yang sambil menunggui anak pulang sekolah atau suaminya pulang kantor sibuk “berbagi cerita seru” alias bergosip. Begitu pula dengan contoh mahasiswa atau pelajar yang rela membuang uang dan waktunya untuk bermain game berjam-jam sepulang sekolah melebihi jam belajar di sekolah yang hanya enam jam. Bahkan lebih parah lagi, hanya untuk tawuran.
MAKIN SUKSES
Tak dipungkiri semakin baik seseorang
mengelola waktu (smart time) semakin sukses pula ia dalam berkarier.
Sebaliknya, semakin abai kita mengelola waktu makin terpuruk pula
prestasinya.seperti kata motivator Mario Teguh saat menjawab pertanyaan seorang
eksekutif ihwal bisnis apa yang akan menghasilkan, dengan tegas sang motivator
itu menyebut, bisnis yang dijalankan bukan yang diangan-angankan. Artinya bila
mau sukses berbisnis, ia harus pandai menggunakan waktu setiap
detiknya(manajemen waktu).
Rasulullah SAW pun memberikan contoh
soal pengelolaan waktu yang ideal. Di mata Rasulullah, adanya keseimbangan
pemanfaatan waktu antara untuk ibadah, bekerja, beristirahat, dan menimba ilmu
menjadi suatu keharusan. Meski sulit untuk membagi jumlah jamnya, kita
sejatinya bisa sekedar membuat acuan. Caranya adalah, dengan membuat rencana
kegiatan berikut waktunya. Alam pun mengajarkan kepada kita untuk dapat membagi
waktu misalnya siang untuk belajar dan bekerja, sedangkan malam untuk
beristirahat dengan sepertiganya untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Setelah membuat rencana jangka
panjang, sedang, dan jangka pendek yang dituangkan dalam agenda perlu
dijabarkan dalam kegiatan bulanan, mingguan, dan harian. Langkah penting
berikutnya adalah menepati jadwal dengan konsisten. Memang, bukanlah hal yang
mudah untuk menepati jadwal yang telah dibuat. Misalnya jika setiap hari
dijadwalkan untuk belajar bahasa Inggris selama satu jam, belajar membaca
Alquran 30 menit, jadwal itu haruslah dipatuhi. Namun, kita seringnya terkalahkan
dengan virus “M” alias malas sehingga jadwal tinggal jadwal sementara
pelaksanaannya sekenanya saja.
Kita mungkin perlu mengingat sebuah
pepatah Arab yang menyebut, waktu adalah pedang. Bila tak bijak
memanfaatkannya, pedang tersebut akan membunuh pemiliknya sendiri. Begitu
pentingnya penggunaan waktu sampai-sampai Allah SWT menyebut dengan tegas dalam
surat Al-Ashr, ”Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam
kerugian….….”
Kemudian bagaimana langkah
smart time yang perlu diambil, berikut Tips Menjadi Orang Smart
Mengatur Waktu :
1. Tentukan visi misi
dalam hidup seperti: bermanfaat untuk umat atau kecil terkenal, muda kaya raya,
mati masuk surga.
2. Buat program.
Program ini dibagi menjadi program jangka panjang, jangka menengah, dan jangka
pendek.
3. Jadwal harian
dalam 24 jam perlu kita buat rencana untuk hari esok. Boleh secara global dan
lebih baik lagi secara terperinci.
4. Patuhi dengan
konsisten. Sebagus apa pun rencana dan program akan menjadi kertas kosong bila
tidak ada kedisiplinan dalam mematuhi jadwal.
5. Evaluasi
efektivitasnya. Setiap malam kita perlu me-review dengan bertanya apa
yang sudah saya lakukan hari ini? Sudah beramal apa saya hari ini? Atau, apa
yang sudah saya lakukan untuk orang-orang yang saya cintai? Apa yang belum saya
lakukan? Apa yang sudah terencana tapi tak terlaksana? Mengapa? Dan seterusnya.
6. Awali dengan doa.
Cara yang paling efektif untuk memulai suatu pekerjaan adalah doa. Dengan
berdoa itu berarti kita memohon kekuatan dari Sang Khalik agar hidup kita
diarahkan.
7. Akhiri dengan
kesadaran dan syukur. Setiap hari pasti kita melakukan kesalahan meski sangat
kecil yang perlu kita perbaiki dan jangan lupa bersyukur kepada-Nya atas
limpahan kesempatan dan waktu yang diberikan oleh-Nya untuk kita.
STABILITAS MOTIVASI KERJA
Namun pengaruh lingkungan kerja baik
internal maupun eksternal terkadang menjadi contrains dalam stabilitas
motivasi kerja kita.
MOTIVASI menjadi hal utama dalam
keberhasilan kerja. Tinggi rendahnya motivasi menentukan tingkat kesuksesan
kerja. Namun, karena suatu dan lain hal motivasi kerja bisa naik turun. Problem
kecil saja di rumah bisa membuat semangat kerja kita luntur begitu sampai di
kantor. Begitu juga kemacetan di jalan bisa membuat stres sehingga sampai
kantor loyo.
Bagaimana menstabilkan
motivasi, berikut beberapa tips-nya:
1. Niatkan kerja
sebagai ibadah kepada Allah SWT. Insya Allah kita akan selalu semangat untuk
bekerja yang terbaik.
2. Lupakan sejenak masalah di rumah. Sering kali masalah
dengan anak atau suami atau isteri di rumah terbawa sampai kantor sehingga
pekerjaan tak mencapai target.
3. Begitu sampai
kantor mulailah menata pekerjaan yang akan dilakukan dari pagi sampai pulang.
4. Kondisikan diri
untuk pekerjaan di kantor sejak di perjalanan. Bila terjebak kemacetan cobalah
untuk rileks. Kalau mungkin kerjakan pekerjaan di mobil dengan laptop, PDA
atau buku kerja. Atau daripada mengeluh karena jalanan macet lebih baik telepon
ke kantor atau menelpon klien.
5. Siapkan
berbagai peralatan kerja yang mendukung sehingga kita bisa lebih efektif.
Kadang kala mood kerja kita jadi rusak hanya karena hal kecil seperti
pulpen hilang atau komputer/laptop hang.
6. Berikan salam
dan sapa atasan dan teman dengan antusias. Antusias yang Anda berikan akan
menular kepada semua teman kerja anda.
7. Berpikirlah
positif terhadap segala kritik dari atasan dan teman. Karena itu, jangan alergi
terhadap kritik yang ditujukan untuk Anda.
8. Jangan terpengaruh aura negatif lingkungan kerja. Bila
atasan atau teman kita sedang marah-marah karena suatu hal jangan terpengaruh.
9. Pujilah diri
sendiri bila kita selesai mengerjakan suatu pekerjaan dengan baik sesuai deadline
yang dibuat. Semoga sukses.(Dari Berbagai Sumber)
Komentar
Posting Komentar