KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona. Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya. Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia. “Malam, Om.” “Malam.” “Ikut dong, Om. Boleh, ya?” “Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.” Wanita muda itu bergegas masuk mobil. Pintu ditutup dan mobil mulai jalan. “Mau ke mana, Om? Butuh aku, gak? Aku temenin sampai pagi ya, Om?” Sambil pakai lagi kopiah dan sorban Kiyai Ali santai menjawab, “Oo, ini lho mau ngaji di Jepara. Ndak apa-apa, silakan ...
Bali, sebuah pulau yang sampai saat ini masih menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun manca negara. Saya pun kembali mengenang entah kapan terakhir kali saya menginjakkan kaki di Pulau Dewata ini. Kali ini, setelah tadi pagi bersama anak-anak di Semarang, kini saatnya saya kembali beraktivitas. Kebetulan hari minggu ini ada panggilan tugas kantor untuk mengikuti workshop di Denpasar sampai dengan hari jum'at 24 maret 2017, 5 hari kedepan. Sampai di Bandara Ahmad Yani Semarang, saya pun mulai melakukan ritual-ritual di bandara, hehehe (baca:Check-in lalu menunggu boardingtime). Setelah menunggu, akhirnya masuk deh ke pesawat. Garuda dengan nomor penerbangan GA-447. Biasanya, untuk acara kantor seperti ini kami menggunakan maskapai non garuda. Namun kali ini karena pertimbanngan harga yang tidak terpaut jauh dengan maskapai lain, saya diijjinkan untuk menggunakan masakapai garuda. Kena harga 700an ribu, bahkan lebih murah...