Suatu hari saat rosululloh memberikan tausiyah di depan umatnya,
tiba-tiba beliau mengatakan amin, amin, amin. Setelah selesai memberi tausiyah,
salah seorang sahabat bertanya, “Wahai rosul kenapa tadi mengatakan amin sampai
tiga kali?”. Rosul menjawab, tadi itu Jibril datang dan menyampaikan amanat.
Salah satu amanat itu ialah Jibril berdo’a, “Celakalah orang yang bertemu
dengan Romadhan, dan dia tidak mendapatkan ampunan”. Lantas rosul mengamininya.
Siapakah Orang Yang Mendapat Ampunan Itu?
Orang yang mendapat ampunan tentunya mereka yang meminta ampun. Dan
orang yang meminta ampun ialah orang yang menyadari bahwa dirinya merasa
bersalah. Umpama orang yang pergi ke dokter, ia pergi karena menyadari dirinya
sakit. Jadi orang yang minta ampun itu ialah orang-orang yang sadar bahwa dia
melakukan kesalahan.
Untuk itu marilah kita merenung sejenak melakukan introspeksi
(muhasabah) untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan apa yang sudah dilakukan
dan harus diperbaiki. Kita evaluasi bagaimana hubungan kita dengan Alloh.
Apakah sholat yang dilakukan sudah benar atau belum, apakah masih dikalahkan
oleh meeting, jual beli atau bisnis?, Apakah zakat kita sudah ditunaikan?.
Bagaimana pula hubungan kita dengan manusia (orang tua, tetangga), apakah
makanan yang kita makan halal? dan lain sebagainya. Kalau kita sudah mampu
mendefinisikan kesalahan-kesalahan, lalu apa yang harus kita lakukan?
Menyadari bahwa kita memiliki kesalahan, ternyata belum mampu menyelesaikan
masalah. Tahapan ini baru bisa menghentikan namun belum bisa menyeimbangkan
atau menghapuskan. Usaha lain yang perlu dilakukan untuk menghilangkan dosa itu
ialah amal shaleh. Amal sholehlah yang akan menghapuskan kesalahan karena
sesuai dengan sabda nabi, “Perbuatan baik akan menghapuskan perbuatan buruk”.
Untuk itu, diperlukan keberanian diri untuk mengoreksi total perjalanan
hidup yang telah kita lalui agar menjadi lebik baik di kemudian hari. Jadikan
romadhan sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik
untuk menebus kesalahan masa lalu. Sehingga di akhir romadhan, kita akan
terlahir kembali (reborn) dengan pola pikir, sikap mental, pola hidup, semangat
dan keimanan yang baru dan lebih baik dari sebelumnya.
Dari Berbagai Sumber
Komentar
Posting Komentar