Langsung ke konten utama

BUANGLAH PIKIRAN NEGATIF KITA

Hentikan dan hilangkan pikiran negatif dari dalam diri kita. Sebab satu saja pikiran negatif yang kita miliki, akan mampu menghancurkan sekian banyak pikiran positif kita. Jika sudah terpengaruh oleh pikiran negatif tersebut, maka kita akan sangat sulit menjadi pribadi yang maju.

“Sebatang pohon dapat dijadikan jutaan batang korek api, namun sebatang korek api dapat menghanguskan jutaan batang pohon”.
Sama seperti yang digambarkan oleh pepatah di atas. Dimana sebatang korek api yang kecil dan mungil, mampu menghanguskan jutaan batang pohon yang berdiri kokoh dan menjulang tinggi ke angkasa yang tentunya banyak memiliki manfaat untuk kehidupan manusia.
Dan ketahuilah bahwa Tuhan menciptakan kita memiliki kepala, sama seperti batang korek api yang diciptakan manusia. Namun bedanya, kita memiliki otak di dalam kepala kita sedangkan korek tidak.

Oleh karenanya, jangan sampai sifat kita sama seperti batang korek tersebut yang mudah terbakar oleh sebuah gesekan. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang beredar dan belum jelas akar masalahnya.
Jadilah manusia pandai yang menggunakan akal pikiran untuk menghadapi jalan hidup yang penuh liku ini. Tidak perlu lekas marah, tidak perlu pakai emosi. Gunakan akal pikiran untuk membentuk sebuah visi agar hidup kita lebih berarti.


From : info@solvo.co.id via getresponse.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KYAI DAN PELACUR

KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona. Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya. Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia. “Malam, Om.” “Malam.” “Ikut dong, Om. Boleh, ya?” “Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.” Wanita muda itu bergegas masuk mobil. Pintu ditutup dan mobil mulai jalan. “Mau ke mana, Om? Butuh aku, gak? Aku temenin sampai pagi ya, Om?” Sambil pakai lagi kopiah dan sorban Kiyai Ali santai menjawab, “Oo, ini lho mau ngaji di Jepara. Ndak apa-apa, silakan ...

ICE BREAKING GAME (INJAK BALON)

Selamat siang sahabat, sudah hampir sore ternyata ya. Kali ini saya akan share tentang permainan ice breaking yang pernah saya lakukan bersama rekan-rekan remaja masjid di daerah saya. Nama permainanya adalah  Injak Balon.  Permainan ini kami lakukan saat setelah makan siang usai. Kegiatan yang padat dari mulai pagi hari pada saat itu membuat kami sebagai panitia harus membuat suasana tersebut kembali bergairah. Akhirnya sesuai dengan rencana awal, setelah makan siang yang biasanya peserta akan merasa mengantuk, kami isi dengan permainan yang atraktif dan sedikit menggunakan gerak fisik. Mau tahu seperti apa permainanya, sahabat dapat melihat ilustrasinya pada video berikut ini: Dengan melihat video tadi, kemungkinan besar sahabat telah mengetahui bagaimana permainan ini dilakukan. Namun tidak ada salahnya jika saya tulis disini ya :). Peralatan Dalam permainan kali ini kita membutuhkan Balon  Tali dengan panjang 60cm Cara bermain Ber...

HUJAN METEOR PERSEID 2014

Google doodle hari inni nampak lain ya sahabat. Setiap ada event tertentu atau sebuah peringatan yang terjadi pada hari yang bersangkutan, maka tampilan google doodle akan dimodifikasi sesuai dengan event atau peringatan tersebut. Seperti halnya dengan tampilan google doodle hari ini, kita dapat melihat sebuah tampilan hujan meteor perseid. Google Doodle 11 Agustus 2014 Hujan Meteor Perseids adalah hujan meteor produktif terkait dengan komet Swift-Tuttle. Disebut Perseids karena titik kemunculan mereka terletak di konstelasi Perseus. Perseids berasal dari kata Perseides, sebuah istilah yang ditemukan dalam mitologi Yunani mengacu pada anak-anak Perseus.  Informasi awal tentang hujan meteor ini ditemukan dalam sejarah Cina. Namun, penghargaan penemuannya diberikan kepada Adolphe Quetelet, yang melaporkan pada Tahun 1835 bahwa ada Hujan Meteor yang berasal dari konstelasi Perseus.  Hujan Meteor ini terlihat dari pertengahan Juli setiap tahun, dengan puncak aktiv...