Alkisah ada 2 mahluk yang saling menyayangi, selalu bersama dalam suka dan duka yaitu anak kecil dan pohon apel.
Suatu saat anak kecil tersebut datang pada pohon apel dengan wajah murung.
PA : Kenapa wajahmu murung sekali?
AK : aku ingin membeli mainan, tapi aku tidak punya uang
PA : Jangan bersedih, ambillah semua buah ku dan jual lah, pakai uangnya untuk membeli mainan
Setelah kejadian itu Si anak menjadi jarang datang mengunjungi pohon apel. Dan sampai suatu saat, ketika Si anak ingin membuat rumah, ia teringat pohon apel. Dia datang kepada pohon apel dengan wajah murung lagi.
PA : Kenapa kau tampak murung wahai sahabatku?
AK : Aku ingin membuat rumah, tapi aku tidak punya apa 2.
PA : Ambillah batang dan dahan ku untuk membuat rumahmu dan tersenyum lah.
Dengan senyum lebar Si anak yang telah beranjak dewasa itu menebang batang dan dahan pohon apel dan segera pergi membuat rumahnya.
Dan sama seperti dulu, anak tersebut semakin jarang mengunjungi pohon apel yang banyak menolongnya.
Setelah menjadi tua si anak tadi kembali datang ke pohon apel. Dan langsung di sambut oleh pohon apel.
PA : Diriku sudah tidak punya apa 2 lagi, tinggal akar saja yang aku miliki.
AK : Wahai pohon apel, aku sudah tidak butuh apa2, aku merasa bersalah karena kesibukan ku aku melupakan mengunjungi mu yang telah banyak membantuku.
Sekarang aku hanya butuh tempat istirahat yang tenang dan bisa selalu bersamamu.
PA : Mendekatlah, akar ku ini akan dapat menenangkan mu di sisa hidupmu..
Seberapa sering kah kita menyambangi orang tua kita?.. Hanya saat kita butuh kah?
Komentar
Posting Komentar