Langsung ke konten utama

MEMBERI ITU INDAH

Memberi itu indah. Memberi itu ekpresi cinta. Memberi itu air mata ketulusan. Memberi itu sebuah pengorbanan dan keikhlasan. Memberi itu sebuah kekayaan.
Memberi itu indah, seindah sungai-sungai cantik di surga dan tenangnya hati ketika bermunajat pada Rabb Semesta Alam. Bagaimana tidak, ketika Allah menjanjikan, 

"Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik Pemberi Rizki." (QS. 34:39).
Kemudian Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang mau berjihad dengan harta dan jiwa bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa dan di masukkan ke Jannah-Nya yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. 

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. " (Qs. 61:10-12)

Keindahan yang hadir tidak dapat diekspresikan dengan untaian kata, ia adalah abstrak, hadirnya di sini... Dihati dan relung jiwa...Ia adalah ungkapan syukur dan gejolak cinta pada sesama...

Memberi itu ekspresi cinta. Cinta itu indah. Keindahan itu hadir karena adanya rasa saling sayang dan memberikan yang terbaik. Ya... Memberi adalah ekspresi cinta. Ada apa dengan cinta...? Ah... Tidak ada apa-apa dengan cinta...

Ketika seorang ibu dan ayah, dengan susah-payah, bermodalkan peluh, malu dan doa, rela bekerja siang malam, sampai di ujung masa klimaks ikhtiarnya tak kunjung hadir apa yang diusahakannya, akhirnya meminjam pada tetangga, kerabat atau perusahaan, karena berusaha memberikan apa yang dibutuhkan buah hati penyejuk jiwa. Itulah cinta...

Ketika seorang suami, bekerja keras siang dan malam, karena hanya satu tekad yang hadir dalam dirinya bahwa ia harus menjaga dan memenuhi hak sang penyejuk hati, menjaganya dari kajahatan tangan-tangan jahil, demi menunaikan amanah Allah. Itulah cinta...

Ketika seorang isteri, rela menjadi pelepas lelah belahan jiwanya dan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkannya, memberikan kasih sayangnya.itulah cinta...

Ketika seorang Abdurrahman bin `Auf rela memberikan 700 kendaraan hartanya kepada fakir miskin di Madinah. Itulah cinta...

Cinta begitu sulit digambarkan dengan kata-kata...Ia adalah abstrak.namun ia adalah nyata dengan ekspresi sikap. Dan... Memberi itu adalah cinta....Ternyata tidak ada apa-apa dengan cinta...

Memberi itu pengorbanan dan keikhlasan. 
Ketika seorang sahabat, meskipun sulit, tetap berusaha keras membantu kesulitan saudaranya... Karena ia yakin barangsiapa yang memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia maupun diakhirat.

Ketika seorang ibu, rela tidur tengah malam karena membuat baju untuk anaknya, mempersiapkan pernak pernik kebutuhan suami dan anak untuk pagi hari, tanpa mengharapkan apa-apa selain senyum manis dari yang disayanginya dan ridho Allah.

Ketika seorang ibu menahan sakit dan mempertaruhkan nyawa demi hadirnya sang buah hati dengan selamat dalam sebuah pejuangan proses persalinan.

Memberi itu air mata ketulusan. 

Ketika seorang ibu, menitikkan air mata karena dapat membelikan baju dan sepatu baru untuk sekolah sang buah hati....
Ketika seorang relawan menitikkan air mata karena dapat berbuat sesuatu bagi saudaranya yang kesulitan...
Ketika seorang dermawan menitikkan air mata melihat wajah sumringah anak-anak yatim ketika mendapat belaian sayang dan "bingkisan syurga..".

Memberi itu sebuah kekayaan... 

Secara matematika manusia, memberi berarti berkurang jumlah dan modal... Tapi tidak bagi Allah... Memberi adalah kekayaan, tabungan yang semakin bertambah dan bertambah terus... Semakin banyak memberi maka tabungan semakin banyak, kaca hati, jiwa dan harta semakin bersih. 

Memberi adalah menanam dan menabung. Menanam dan menabung di dunia, menuai di akhirat.

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. " (Qs. 2: 261)

Itulah matematika Allah.

Hal itulah yang membuat seorang Abu Bakr ash Shiddiq rela menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah, cukuplah Allah dan Rasul baginya dan keluarganya.
Kemudian menyusul Umar bin Khattab yang mengifakkan separuh hartanya di jalan Allah...
Tidak ketinggalan Abdurrahman bin `Auf... Utsman bin Affan, dan banyak lagi teladan kedermawanan sahabat-sahabat Rasulullah...

Itulah indahnya memberi... Semakin kaya dengan memberi; kaya hati, kaya amal dan kaya jiwa.

Masihkah kita menunda-nunda untuk memberi...? Padahal belum tentu usia kita sampai pada rencana-rencana amalan kita...

Semoga bermanfaat 

Baca juga artikel tentang Gambaran Shodaqoh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ICE BREAKING GAME (CERITA BERSAMBUNG)

Selamat Siang sahabat. Nampaknya puasa sudah dapat separuh ya. Post kali ini saya akan tulis kembali sebuah permainan untuk ice breaking. Nama permainanya adalah Cerita Bersambung. Pasti sudah langsung tahu kan, dari nama permainanya. Ya, permainan ini dilakukan dengan memberikan instruksi kepada peserta untuk dapat melanjutkan cerita yang dibuat oleh fasilitator dan peserta sebelumnya. Untuk apa permainan ini?. Tentunya adalah untuk meningkatkan kreativitas dan komunikasi seseorang. Selain itu juga melatih konsentrasi dan pemikiran peserta. Baiklah, kita akan bahas permainan ini pelan-pelan, agar sahabat semua dapat mempraktekanya jika sahabat sedang berada di forum pertemuan-pertemuan. Ice Breaking Game (Cerita Bersambung) Peralatan Permainan ini tidak menggunakan alat bantu apapun. Fasilitator adalah satu-satunya pemegang kendali dalam permainan ini. Cara Bermain Permainan ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: Peserta membuat lingkaran mengelilingi f...

ICE BREAKING GAME (BERCERMIN)

Selamat malam sahabat. Pada psoting kali ini ini saya akan share tentang pengalaman saya mengikuti sebuah training. Disela-sela training yang yang saya ikuti ada ice breaking game yang diberi nama permainan "Bercermin". Bagaimana permainan ini dilakukan, baiklah saya akan coba share ke sahabat arkenza semua. agar jika sahabat berkesempatan untuk mengisi sebuah training dapat mengaplikasikanya. Deskripsi permainan Permainan ini dilakukan berpasang-pasangan dan layaknya orang yang sedang bercermin. Peserta 1 menjadi cermin dan pasanganya menjadi seseorang yang bercermin. Setiap peserta harus mengikuti gerakan seperti yang di instruksikan oleh fasilitator. Tujuan dari permainan ini adalah untuk meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi peserta. Peralatan Permainan ini tidak memerlukan alat bantu maupun alat pengaman. Langkah permainan Prosedur untuk melakukan permainan ini adalah sebagai berikut: Fasilitator meminta kepada semua peserta untuk berdiri, me...

ICE BREAKING GAME (INJAK BALON)

Selamat siang sahabat, sudah hampir sore ternyata ya. Kali ini saya akan share tentang permainan ice breaking yang pernah saya lakukan bersama rekan-rekan remaja masjid di daerah saya. Nama permainanya adalah  Injak Balon.  Permainan ini kami lakukan saat setelah makan siang usai. Kegiatan yang padat dari mulai pagi hari pada saat itu membuat kami sebagai panitia harus membuat suasana tersebut kembali bergairah. Akhirnya sesuai dengan rencana awal, setelah makan siang yang biasanya peserta akan merasa mengantuk, kami isi dengan permainan yang atraktif dan sedikit menggunakan gerak fisik. Mau tahu seperti apa permainanya, sahabat dapat melihat ilustrasinya pada video berikut ini: Dengan melihat video tadi, kemungkinan besar sahabat telah mengetahui bagaimana permainan ini dilakukan. Namun tidak ada salahnya jika saya tulis disini ya :). Peralatan Dalam permainan kali ini kita membutuhkan Balon  Tali dengan panjang 60cm Cara bermain Ber...