Langsung ke konten utama

MEMULAI DARI DIRI SENDIRI (KEPEMIMPINAN UMAR BIN ABDUL AZIZ)

Pada pengujung abad pertama hijriyah, di mana dinasti Bani Umayyah di bawah kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz memasuki usianya yang ke-60, atau dua pertiga dari usianya, telah mengalami pembusukan internal yang serius. Umar sendiri adalah bagian dari dinasti ini, hampir dalam segala hal.

Walaupun pada dasarnya ia seorang ulama yang telah menguasai seluruh ilmu ulama-ulama Medinah, akan tetapi secara pribadi dia juga merupakan simbol dari gaya hidup dinasti Bani Umayyah yang korup, mewah dan boros. 

Ketika akan diberikan amanah untuk menjadi khalifah dia tidak cukup percaya diri untuk memimpin meskipun keluarga kerajaan memintanya menggantikan posisi Abdul Malik Bin Marwan setelah beliau wafat.

Bukan saja karena persoalan internal kerajaan yang kompleks, akan tetapi juga karena dia sendiri merupakan bagian dari persoalan tersebut. Umar adalah bagian dari masa lalu dan pilihan atas dirinya serta bagi keluarga kerajaan, adalah sebuah keharusan untuk tetap melanggengkan kekuasaan. 

Sehingga ketika akhirnya Umar menerima jabatan ini, dia bertanya kepada seorang ulama yang duduk di sampingnya, yakni Al-Zuhri, ”Apakah aku dapat mengemban amanah ini dengan baik, dan aku benar-benar takut pada neraka karena amanah yang aku terima ini.”

Lalu Al-Zuhri menjawab, ”Justru karena ketakutanmu itulah yang akan menjauhkanmu dari neraka dan akan menuntunmu dalam memimpin sehingga surga ganjarannya”. 

Dari sinilah bisa dilihat dan dicermati bahwa kepemimpinan itu sangat menentukan dalam melaksanakan sebuah amanah yang diemban oleh Umar bin Abdul Aziz, dengan sebuah fakta bahwa perubahan dan perbaikan yang telah dia janjikan telah dilaksanakan, keadilan telah ditegakkan dan kemakmuran telah diraih, sehingga ulama-ulama menyebut Umar Bin Abdul Aziz sebagai contoh teladan pembaharu abad pertama hijriyah, bahkan juga disebut sebagai khulafa rasyidin kelima.

Masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz ditandai dengan indikator kemakmuran yang ada ketika itu, yakni ketika para amil zakat berkeliling di perkampungan-perkampungan, akan tetapi mereka tidak menemukan seseorang pun yang mau menerima zakat.

Negara benar-benar mengalami surplus, bahkan sampai ke tingkat di mana utang-utang pribadi dan biaya pernikahan warga pun ditanggung oleh negara.

Umar Bin Abdul Aziz menyadari betul bahwa dia adalah bagian dari masa lalu.

Oleh karena itu, dia tidak mungkin sanggup melakukan perbaikan dalam kehidupan negara yang luas kecuali kalau dia tidak berani memulai dari dirinya sendiri, kemudian melanjutkannya pada keluarga intinya dan selanjutnya pada keluarga istana yang lebih besar.

Makanya, langkah pertama yang harus dia lakukan setelah dilantik menjadi khalifah adalah membersihkan dirinya sendiri, dengan segera memerintahkan mengembalikan seluruh harta pribadinya, baik berupa uang maupun barang yang dimilikinya ke kas negara, termasuk seluruh pakaiannya yang mewah.

Dia juga menolak tinggal di istana, dan lebih memilih menetap di rumahnya. Pola hidupnya berubah secara total, dari seorang pencinta dunia menjadi seorang zahid yang hanya mencari kehidupan akhirat yang abadi. 

Setelah selesai dengan diri sendiri, kemudian melangkah kepada keluarga intinya. Kepada isterinya dia memberikan dua pilihan, ”Kembalikan seluruh perhiasan dan harta pribadimu ke kas negara, atau kita harus berpisah.”

Istrinya, Fatimah Binti Abdul Malik, memahami betul akan tabiat dan perintah suaminya sehingga memilih ikut bersamanya dalam perubahan tersebut. Langkah itu juga dilakukan dengan anak-anaknya, sehingga anak-anaknya memprotesnya karena sejak beliau menjadi khalifah mereka tidak pernah lagi menikmati makanan-makanan enak dan lezat yang biasa mereka nikmati sebelumnya.

Mendapat protes anak-anaknya, Umar justru menangis tersedu-sedu dan memberikan dua pilihan kepada anak-anaknya, ”Saya akan beri kalian makanan yang enak dan lezat tetapi apakah kalian harus rela menjebloskan saya ke dalam neraka, atau kalian bersabar dengan makanan sederhana ini dan kita akan masuk surga bersama.” Sebuah pilihan yang memberi ketenangan dan kedamaian tidak untuk dunia tapi akhirat.

Selanjutnya, Umar melangkah ke istana dan keluarga istana. Dia memerintahkan menjual seluruh barang-barang mewah yang ada di istana dan mengembalikan harganya ke kas negara.

Setelah itu mulai mencabut semua fasilitas kemewahan yang selama ini diberikan ke keluarga istana, satu per satu dan perlahan-lahan. Keluarga istana melakukan protes keras, akan tetapi Umar tetap tegar menghadapi mereka.

Hingga suatu saat, setelah gagalnya berbagai upaya keluarga istana untuk menekan Umar, maka mereka sepakat untuk mengutus seorang bibi Umar menghadapnya. 

Namun, Umar sudah mengetahui rencana itu begitu sang bibi memasuki rumahnya, maka Umar pun segera memerintahkan untuk mengambil sebuah uang logam dan sekerat daging.

Beliau lalu membakar uang logam tersebut dan meletakkan daging di atasnya. Daging tersebut menjadi hitam dan lalu Umar berkata kepada sang bibi, ”Apakah bibi begitu tega dan rela menyaksikan saya dibakar di neraka seperti daging ini hanya untuk memuaskan keserakahan orang-orang yang mengutus bibi?

Berhentilah menekan ataupun merayu saya, sebab saya tidak akan pernah mundur dari jalan yang saya yakini akan mengantar saya beserta keluarga menuju surga.”
Sejak berkuasa,

Umar tidak pernah lagi tidur siang yang dulu sering dilakukannya, mencicipi makanan lezat dan enak. Akibatnya, tubuhnya yang dulunya padat berisi dan kekar, telah berubah menjadi kurus dan ceking.

Akan tetapi dia merasa sangat bahagia dan merasa nikmat bahwa langkah pembersihan yang dia lakukan dengan memulai dari diri sendiri, kemudian keluarga intinya serta keluarga istana, telah meyakinkan publik akan kuatnya kemauan untuk melakukan perubahan dalam kehidupan bernegara, khususnya dalam pemberantasan KKN.

Umar sebagai pemimpin telah meletakkan kerangka dasar perbaikan dan telah menunjukkan tekadnya untuk memberikan keteladanan yang begitu menakjubkan. Sehingga dengan mudah melakukan perubahan itu.

LangkahPenghematan

Langkah kedua yang dilakukan Umar Bin Abdul Aziz dalam masa kepemimpinannya adalah melakukan penghematan dalam penyelenggaraan negara. Langkah ini jauh lebih mudah dibanding langkah pertama, oleh karena pada dasarnya pemerintah telah menunjukkan kredibilitasnya di depan publik melalui langkah pertama.

Sumber pemborosan dalam penyelenggaraan negara yang biasanya terletak pada struktur negara yang tambun, birokrasi yang panjang, dan dengan administrasi yang rumit.

Selain itu, dia memberikan peringatan keras kepada semua pegawai kerajaan yang hidup mewah untuk melepaskan semua kesenangan dan bersama melakukan perbaikan. 

Tidak ada satupun keraguan pada diri Umar untuk tidak melakukan perbaikan oleh karena secara pribadi dia telah menunjukkan tekad untuk membersihkan dirinya sendiri dan bersedia hidup sederhana, sehingga untuk mulai menata dan membersihkan struktur negara dari pejabat korup,

merampingkan struktur negara, memangkas rantai birokrasi yang panjang, dan menyederhanakan sistem administrasi kerajaan, bukanlah pekerjaan sulit. Dengan cara itu maka pemerintahan menjadi sangat efisien dan efektif. 

Mengapa Sejarah tak Berulang?

Kita tidak bisa memungkiri bahwa sejarah selalu hadir di depan kesadaran kita dengan potongan-potongan zaman yang cenderung mirip dan terduplikasi, sehingga kita bisa berkaca atau bercermin dan memungkinkan kita menemukan persamaan-persamaan dalam sejarah kehidupan manusia.

Itulah sebabnya pula mengapa manusia pada dasar kehidupannya selalu memimpikan akan terjadinya pengulangan-pengulangan apakah itu bersifat pribadi atau sosial. 
Yang pasti bahwa meskipun tetap ada perbedaan-perbedaan waktu dan ruang yang relatif sederhana, 

yang menjadikan sebuah zaman tampak unik ketika disandingkan dengan deretan zaman yang lain. Allah Subhaanahu wa ta’ala memerintahkan kita menyusuri jalan waktu dan ruang, agar kita dapat merumuskan peta sejarah manusia, untuk kemudian menemukan kaidah-kaidah permanen yang mengatur dan mengendalikannya.

Kaidah-kaidah permanen itu memiliki landasan kebenaran yang kuat, karena ia ditemukan melalui suatu proses pembuktian empiris yang panjang. Bukan hanya itu, kaidah-kaidah permanen itu sesungguhnya juga mengatur dan mengendalikan kehidupan kita.

Dengan begitu sejarah menjadi salah satu referensi terpenting bagi kita, guna menata kehidupan kita saat ini dan esok. 

Sejarah adalah cermin yang baik dan selalu memberi kita pemahaman dan penjelasan untuk menghadapi masa-masa sulit dalam hidup kita. Seperti juga saat ini, ketika kita mengharapkan bahwa pemimpin kita mampu mengemban amanah dari rakyatnya, dan mampu membawa rakyatnya yang sedang terpuruk ke dalam sebuah tatanan perbaikan dan kesejahteraan. Ini mungkin saat yang tepat untuk memberi asupan pada pemimpin kita semoga dapat atau setidak-tidaknya mengambil jalan dan arah sebagaimana yang telah dilakukan oleh Umar bin Abdul Azis.

Wassalam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ICE BREAKING GAME (CERITA BERSAMBUNG)

Selamat Siang sahabat. Nampaknya puasa sudah dapat separuh ya. Post kali ini saya akan tulis kembali sebuah permainan untuk ice breaking. Nama permainanya adalah Cerita Bersambung. Pasti sudah langsung tahu kan, dari nama permainanya. Ya, permainan ini dilakukan dengan memberikan instruksi kepada peserta untuk dapat melanjutkan cerita yang dibuat oleh fasilitator dan peserta sebelumnya. Untuk apa permainan ini?. Tentunya adalah untuk meningkatkan kreativitas dan komunikasi seseorang. Selain itu juga melatih konsentrasi dan pemikiran peserta. Baiklah, kita akan bahas permainan ini pelan-pelan, agar sahabat semua dapat mempraktekanya jika sahabat sedang berada di forum pertemuan-pertemuan. Ice Breaking Game (Cerita Bersambung) Peralatan Permainan ini tidak menggunakan alat bantu apapun. Fasilitator adalah satu-satunya pemegang kendali dalam permainan ini. Cara Bermain Permainan ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: Peserta membuat lingkaran mengelilingi f...

ICE BREAKING GAME (BERCERMIN)

Selamat malam sahabat. Pada psoting kali ini ini saya akan share tentang pengalaman saya mengikuti sebuah training. Disela-sela training yang yang saya ikuti ada ice breaking game yang diberi nama permainan "Bercermin". Bagaimana permainan ini dilakukan, baiklah saya akan coba share ke sahabat arkenza semua. agar jika sahabat berkesempatan untuk mengisi sebuah training dapat mengaplikasikanya. Deskripsi permainan Permainan ini dilakukan berpasang-pasangan dan layaknya orang yang sedang bercermin. Peserta 1 menjadi cermin dan pasanganya menjadi seseorang yang bercermin. Setiap peserta harus mengikuti gerakan seperti yang di instruksikan oleh fasilitator. Tujuan dari permainan ini adalah untuk meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi peserta. Peralatan Permainan ini tidak memerlukan alat bantu maupun alat pengaman. Langkah permainan Prosedur untuk melakukan permainan ini adalah sebagai berikut: Fasilitator meminta kepada semua peserta untuk berdiri, me...

ICE BREAKING GAME (INJAK BALON)

Selamat siang sahabat, sudah hampir sore ternyata ya. Kali ini saya akan share tentang permainan ice breaking yang pernah saya lakukan bersama rekan-rekan remaja masjid di daerah saya. Nama permainanya adalah  Injak Balon.  Permainan ini kami lakukan saat setelah makan siang usai. Kegiatan yang padat dari mulai pagi hari pada saat itu membuat kami sebagai panitia harus membuat suasana tersebut kembali bergairah. Akhirnya sesuai dengan rencana awal, setelah makan siang yang biasanya peserta akan merasa mengantuk, kami isi dengan permainan yang atraktif dan sedikit menggunakan gerak fisik. Mau tahu seperti apa permainanya, sahabat dapat melihat ilustrasinya pada video berikut ini: Dengan melihat video tadi, kemungkinan besar sahabat telah mengetahui bagaimana permainan ini dilakukan. Namun tidak ada salahnya jika saya tulis disini ya :). Peralatan Dalam permainan kali ini kita membutuhkan Balon  Tali dengan panjang 60cm Cara bermain Ber...