Menjaga ucapan dalam setiap pembicaraan adalah hal yang wajib kita lakukan ya sahabat. Bahkan di dalam aturan apapun, baik aturan adat maupun agama, kita diajarkan untuk selalu menjaga ucapan. Terlebih lagi saat momentum lebaran seperti ini, kita banyak bertemu dengan keluarga, sahabat maupun kerabat yang tinggal jauh dari kita. Jangan sampai kesempatan yang seharusnya kita manfaatkan untuk menyambung tali silaturahmi dan mempererat rasa persaudaraan ini kemudian berakhir dengan sebuah ketidakrukunan.
Bagaimana agar kita dapat selalu menjaga ucapan kita?. Berikut adalah beberapa hal yang dapat saya tulis mengenai menjaga ucapan atau perkataan.
1. Berkata yang baik, atau diam
Kalimat ini bahkan ada dalam sebuah hadits. Hal tersebut bermakna bahwa kita harus selalu berusaha berucap dan berkat-kata yang baik. Ketika kita tidak mampu untuk bertutur kata yang baik, maka diam adalah solusinya. Dengan diam maka kita akan terhindar dari kesalahan ucapan yang mungkin akan dapat membuat lawan bicara kita sakit hati.
2. Mulutmu adalah harimau mu
Nampaknya ungkapan ini sudah sangat familiar ya sahabat. Betapa tidak, hanya dengan sebuah ucapan yang tidak sopan dan menusuk hati lawan bicara kita, maka kita sering mendengar ada nyawa yang melayang karena tidak terima dengan ucapan yang di lontarkan tersebut. Kita sering melihat bagaimana seorang yang tadinya bersahabat, kemudian karena salah ucapan bisa saja persahabatan nya rusak, kemudian berbalik menjadi sebuah permusuhan. Maka tidak salah jika ucapan yang keluar dari mulut kita ini digambarkan sebagai harimau yang akan menerkam lawan bicara kita jika kita tidak hati hati.
![]() |
| Mulut mu Harimau mu |
3. Berbicara memperhatikan papan, empan dan adepan
Papan adalah tempat. Artinya bahwa dalam kita berbicara harus memperhatikan dimana kita berada pada saat tersebut. Apakah kita berada di tempat ramai, sepi, tempat ibadah, kantor atau tempat lain. Jika kita bisa menempatkan ucapan kita sesuai dengan tempat dimana kita berada, maka kecil kemungkinan bagi kita untuk dihakimi buruk oleh keadaan. Kita akan menjadi orang yang dewasa dan bijak dalam bertutur kata.
Empan artinya adalah nada bicara kita dalam penyampaian sebuah pembicaraan. Sesuatu yang pahit untuk diucapkan, jika kita dapat ng-empan-ke (menyampaikan) dengan benar dan baik, maka orang yang mendengarkanya akan tetap dapat menerima dengan baik pula. Namun jika penyampaian kita tidak bagus, maka bisa jadi niat kita menyampaikan hal yang baik, namun diterima sebagi hal yang tidak baik. Sahabat pernah mengalaminya ? :-). Jika pernah, berarti sama dengan saya :-).
Adepan adalah siapa yang kita hadapi dalam pembicaraan tersebut. Jika yang kita hadapi adalah seseorang dengan tingkat pendidikan yang biasa biasa saja, maka tidak penting bagi kita untuk mengucapkan hal yang terlalu canggih, sehingga lawan bicara kuta tersebut menjadi tidak simpati kepada kita. Bisa jadi mereka tidak nyaman dengan pembicaraan yang sedang berlangsung, karena menganggap anda mulai menyombongkan diri dengan semua yang anda ketahui. Maka itulah pentingnya kita mengetahui siapa lawan bicara kita. Agar kita bisa menyesuaikan bagimana kita akan memilih kosakata, topik bahasan dan mimik pembicaraan kita.
Itulah sahabat, beberap hal yang dapat saya tulis tentang pentingnya menjaga ucapan kita. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Baca juga Petuah jawa untuk kesuksesan

dalam berbicara seharusnya memang harus hati-hati, karena mungkin kata-kata yang menurut kita biasa saja, tapi menyakitkan bagi orang lain
BalasHapusIya mas, kadang maksud kita bergurau, tapi karena lawan bicara tidak memiliki jiwa humor yang sama, akhirnya bisa salah faham
Hapusjika mulut sudah berbicara yang menyakitkan maka rasanya lebih sakit dari pada ketusuk pedang ya mas.
BalasHapusBetul mas budi, Allisaanu kasshoif.. Lisan kuta ini seperti pedang.. Bisa dengan mudah melukai orang lain jika kita tidak Hati 2
Hapusbetul sekali sob biasanya jikalau sudah kumpul kumpul dan terlena dengan pembicaraan maka kata kata tajam lebih dari pedang akan keluar makan ada nasihat dr nabi kita jikalau sudah berkumpul 2 atau lebih sebaiknya menghindar :)
BalasHapuskadang memang tidak terkontrol kalau sudah ngobrol ngalor ngidul mas sopyan, termasuk saya :-)
Hapus